Pondok Pesantren (Ponpes) kini tak lagi melulu berurusan dengan ngaji kitab kuning. Kenyataannya, Ponpes telah terbukti mampu berkembang merambah ke berbagai bidang. ...Friday, 30 October 2009
Kabar duka kembali menimpa pahlawan devisa asal Tulungagung. Indri Mulyati, 28, dilaporkan tewas di Sarqiah, Al-Jubeil, Arab Saudi. Buruh Migrant Permpuan warga D...Tuesday, 01 September 2009
Tidak dapat dipungkiri bahwa pendidikan memiliki arti sangat penting dalam memajukan kehidupan sebuah bangsa. Namun, proses pendidikan di lembaga pendidikan tidak aka...Monday, 10 August 2009
Sebuah negara yang telah merdeka selama 64 tahun, seharusnya merdeka atau bebas dari kemiskinan, namun yang kini terjadi justru sebaliknya. Sejak teks Proklamasi keme...Monday, 10 August 2009
Fakta menunjukkan bahwa sampai saat ini jumlah lapangan kerja di dalam negeri sangat tidak sebanding dengan tingginya jumlah angkatan kerja yang tersedia. Akibatnya, ...Friday, 03 July 2009
Kelompok Sumber Anugerah Desa Karangrejo Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung memang belum lama terbentuk, namun usaha pemberdayaan ekonomi yang dilakukan patut ...Saturday, 27 June 2009
Anggaran Pendidikan dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional) memang terus meningkat, bahkan angkanya diklaim sudah mencapai 20 % sebagaimana diamanatkan ...Saturday, 27 June 2009|
Tulungagung is a sending area of Indonesian women migrant workers. More than 20.000 Tulungagung's natives become the migrant workers. They work in some South East Asian countries such as Malaysia, Brunei Darussalam, and Singapore; East Asian countries such as South Korea, Hongkong, and Taiwan; Middle East countries such as Saudi Arabia, Kuwait, Iraq, and Iran; and the USA. Although the number of the migrant workers is very big, the effort to protect them is almost nothing. Therefore, Paricara is organising the communities of migrant workers in sub-district: Sendang, Ngantru, Ngunut, and Kalidawir. The effort done was by activating the meeting forum among them. The 2007 program was successful in organising approximately 500 ex migrant workers in Tulungagung. To protect the candidates of the migrant workers, since August 2007 Paricara has worked together with Indonesian worker supplier companies and Job Training House for migrant workers to conduct workshops on the prevention and mitigation of HIV and AIDS, including stigmatisation and discrimination issues. |